Sabtu, 21 Julai 2012

Posted by Putra Zulkhairi | File under : , , , ,
Bismillahirrahmanirrahimi Wabihi Nastainu Billah

Hawa nafsu adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu, baik itu berupa kebaikan atau keburukan. Namun, seringkali hawa nafsu itu cenderung ke arah keburukan. Oleh sebab itu, admin tertarik akan sebuah entri , di dalamnya ada mengisahkan ketika Allah SWT menciptakan nabi Adam dan hendak memasukan nafsu kedalam nabi Adam..

Allah bertanya kepada nafsu :Wahai nafsu siapa Aku dan siapa engkau

Engkau adalah Allah, Tuhanku dan aku adalah nafsu..

karena jawabannya menyiratkan kesombongan Allah membakar sang nafsu kedalam api neraka yang menyala berwarna merah selama 1000 tahun
sampai sang nafsu gosong karena dibakar..kemudian diangkat, dan ditanyakan lagi pertanyaan yang sama

Allah bertanya kepada nafsu :Wahai nafsu siapa Aku dan siapa engkau

Engkau adalah Allah tuhanku dan aku adalah nafsu..

kemudian sang nafsu dibakar kembali 1000 tahun lamanya, kedalam api neraka yang nyalanya berwarna putih..kemudian diangkat kembali..

Allah bertanya kepada nafsu :Wahai nafsu siapa Aku dan siapa engkau

Engkau adalah Allah tuhanku dan aku adalah nafsu..

sang nafsu dibakar kembali 1000 tahun lamanya, kedalam api neraka yang nyalanya berwarna hitam..kemudian diangkat kembali..

dan jawapannya pun masih sama...

Engkau adalah Allah Tuhanku dan aku adalah nafsu..

Kemudian sang nafsu..di biarkan kelaparan ( diperintah berpuasa)
hanya beberapa hari saja kemudian sang nafsu berkata...

Ya Allah aku tidak kuat..

Engkau adalah Allah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu

Kemudian nafsu pun dimasukan kedalam jiwa nabi Adam a.s

Oleh sebab itu, tugas melawan hawa nafsu bukanlah suatu yang mudah. Suatu saat ketika para sahabat dan Rasulullah SAW kembali dari perang Badar, Nabi SAW bersabda:

“Kita kembali dari perjuangan kecil, menuju kepada perjuangan yang lebih besar iaitu perjuangan terhadap hawa nafsu.” (HR al-Baihaqi)

Menyelaraskan hawa nafsu dengan apa yang Rasulullah SAW dan Allah SWT kehendaki amat berat kerana 4 perkara:

1.Hawa nafsu tidak terlihat

2.Hawa nafsu adalah sebahagian dari diri manusia itu sendiri

3.Dorongan dan pengaruh hawa nafsu tidak pernah berhenti sepanjang hayat manusia

4.Kita tidak diizinkan Allah untuk menghentikannya tetapi sekadar menaklukinya.
Justeru Nabi SAW menyimpulkan bahawa:

“Musuhmu yang paling ganas ialah nafsumu sendiri yang berada antara dua sisimu.” (HR al-Baihaqy)

Menurut al-Ghazali : Nafsu boleh dikekang dengan kekangan takwa. Dengan itu ia akan menjadi lemah dan tunduk mengalah. Kewarakan seseorang juga boleh membelenggunya sehingga nafsu tidak berpeluang menjalankan peranannya.Dengan kesedaran bahawa nafsu itu musuh yang akan mendatangkan kecelakaan , ia perlu dilemahkan dengan penghinaan. Jangan sekali-kali diberi muka dan dilayani keinginannya.

Ulamak sufi menganjurkan tiga langkah untuk melemahkan hawa nafsu:

Pertama, setiap keinginan nafsu itu hendaklah dicegah dan ditahan. Ini bererti ia dikurung atau dibelenggu. Umpama binatang liar, apabila dikurung atau ditambat, ia menjadi jinak juga akhirnya.

Kedua, hendaklah diberikan suatu tekanan atau deraan yang berat ke atasnya. Umpama kaldai yang liar, apabila dilebihkan muatan beban di atas belakangnya, nescaya ia menjadi lemah dan akan menurut perintah, apa lagi kalau dikurangkan rumput untuknya.

Ketiga, hendaklah sering berdoa, memohon perlindungan daripada Allah Taala agar terselamat daripada angkara nafsu jahat (nafsu ammaratun bil-su`).

Langkah ini penting, kerana hanya dengan mendapat rahmat Allah Taala, hamba-Nya akan bebas daripada pengaruh atau runtunan nafsu.

Dalam al-Quran, Allah mengisahkan, bahawa nabi Allah Yusuf alaihissalam bersabda, mafhumnya : Sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan kecuali orang yang dirahmati oleh Tuhanku. (Yusof:53)

Berpuasa juga antara cara untuk mengawal nafsu. Namun, dalam entri kali ini bukan ini sahaja cara-cara untuk kita mengawal hawa nafsu, sebenarnya banyak lagi cara- cara lain yang pastinya berada di luar entri ini.  

Semoga apa yang disampaikan dapat memberikan kita manfaat dan dapat diaamalkan sama- sama, Insyaallah. Jazakallahu Khairan Kathiran

Wallahualam...

Sumber: 


3 ulasan:

  1. bagus info ini..syukran ya ^__^

    BalasPadam
  2. Alhamdulillah mendapat pencerahan......semoga Allah merahmati kita sekalian.

    BalasPadam

Alangkah baiknya kalau anda share apa yang anda baca...sebarkan kata- kata hikmah, sampaikan dakwah, tonjolkan keindahan Islam...Sekian :-)= (Smiley berjanggut)

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.